UIN Gus Dur Kerjasama dengan UIN Bandung dalam Pendirian Lembaga Pemeriksa Halal

Dalam rangka mendukung pengembangan industri halal di Indonesia, khususnya di bidang sertifikasi produk halal, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan akan mendirikan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Lembaga ini nanti akan bernaung di bawah lembaga Halal Center dan berdampingan dengan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) yang sudah ada.

Untuk mewujudkan lembaga tersebut Rektor, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. pada tanggal 24 Juni 2024 telah melakukan penandatangan Memorandum of Undestanding (MoU) dengan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. Isi kerjasama ini meliputi pendirian LPH, penggunaan laboratorium halal, dan pembinaan bagi Sumber Daya Manusia. Dengan kerjasama ini diharapkan pendirian LPH bisa semakin cepat. Dengan lembaga ini diharapkan para pelaku usaha di wilayah Pekalongan bisa terlayani dengan kebutuhan sertifikasi halal, khususnya jalur reguler.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Kepala Pusat Kajian Halal Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Dr. Kuat Ismanto, M.Ag. dengan Kepala Pusat Kajian Halal UIN Sunan Gunungjati Bandung Dr. Tri Cahyanto, M.Si. perjanjian kerjasama ini dilakukan untuk memperlancar kegiatan yang berkaitan dengan sertifikasi halal.

Saat ini, Halal Center UIN Gus Dur sudah memiliki LP3H yang berdiri sejak tahun 2023 dan telah membantu Pelaku Usaha memperoleh sertifikat halal dengan jalur Self Declare (gratis). Ke depan, LP3H juga sudah membuat komitmen bersama BPJPH untuk meningkatkan layanan dan target perolehan sertifikat halal bagi pelaku usaha UMKM. Dengan keberadaan LPH, diharapkan akses masyarakat untuk sertifikasi produk halal semakin meningkat.


Reporter  : Dr. Kuat Ismanto, M.Ag.
Redaktur  : Humas LP2M

LP3H Halal Center UIN Gusdur Sukseskan Acara Sertifikasi Desa Wisata

Pada hari Sabtu (4-5-2024) lalu BPJPH melaksanakan kegitan Kick Off sertifikasi halal di 3.000 desa wisata di Indonesia. acara tersebut diikuti pula oleh LP3H di daerah bersama Satgas halal melaksanakan kegiatan pendampingan di desa wisata masing-masing. Pengurus LP3H, Satgas Halal, P3H, Pengelola wisata, dan Pelaku Usaha, berkumpul bersama melaksanakan dan ikut mensukseskan acara tersebut.
Di wilayah Pekalongan, kegiatan pendampingan di desa wisata diselenggarakan di wisata Pacalan Kecamatan Paninggarab Kab. Pekalongan. Pada acara tersebut hadir Bapak Gunawan dari Kemenag Kabupaten Pekalongan, Kuat Ismanto dari LP3H UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Bapak Subhan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pekalongan, para P3H, dan pelaku usaha di wilayah tersebut. Acara berjalan lancar yang diawali dengan berbagai sambutan dan sosialisasi.
Pada kesempatan ini Direktur LP3H Halal Center UIN, menyampaikan materi sosialisasi tentang mandatory halal 18 Oktober 2024. Tata cara pengajuan juga disampaikan secara gamblang, baik terkait bahan produk maupun terkait administrasi pendaftaran. Di sisi lain, disampaikan pula kerjasama berbagai pihak, terutama pengelola wisata agar proses sertifikasi ini bisa berjalan cepat. Disampaikan pula oleh pengelola LP3H, HC Gusdur telah bisa membantu menerbitkan sebanyak 6.500 SH. Tentu ini merupakan prestasi yang baik untuk wilayah Pekalongan.
Pada acara ini pula, para P3H yang telah hadir mendampingi para pelaku usaha secara intensif. Mereka dibimbing satu persatu untuk mendaftarkan di website PTSP dan juga pembuatan NIB. Arahan dari pendamping agar produk yang didaftarkan untuk dikemas dengan baik dan diberi nama produk agar ke depan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.


Reporter  : Dr. Kuat Ismanto, M.Ag.
Redaktur  : Humas LP2M

UIN GUS DUR PEKALONGAN BERIKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BANJIR DEMAK DI EMPAT WILAYAH YANG TERDAMPAK BANJIR

Senin (1/4/2024) – UIN Gus Dur Pekalongan melalui Tim UIN Gus Dur Peduli Banjir Demak memberikan bantuan kepada korban banjir di empat wilayah yang terdampak banjir Demak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 1 April 2024 bertempat di Desa Wonorejo Kecamatan Karanganyar, Demak.  Dalam kegiatan penyerahan bantuan ini, kampus UIN Gus Dur Pekalongan mengirimkan Tim UIN Gus Dur Peduli Banjir Demak meliputi Jauhar Ali, M.Pd  selaku Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Muttaqin dan M. Saifur Roham (Staf LP2M UIN Gus Dur Pekalongan), serta M. Jauhari Sofi selaku perwakilan dosen yang berasal dari Kabupaten Demak.

Berdasarkan hasil wawancara, Jauhar Ali, M.Pd selaku perwakilan Tim UIN Gus Dur Peduli Banjir Demak menuturkan bahwa “Adanya kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian UIN Gus Dur Pekalongan terhadap korban banjir Demak, sebagaimana diketahui bersama bahwa peristiwa ini merendam rumah warga yang pada waktu itu mencapai 10-50 cm ketinggian genangan air sehingga baik warga ataupun Masyarakat tidak dapat bersekolah, bekerja dan beraktivitas sebagaimana mestinya”

Kegiatan pemberian bantuan ini diberikan dan diwakilkan kepada Ummu Atiq selaku penanggung Jawab yang menerima bantuan dari Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo, Kec. Karanganyar. Selain sebagai penanggung jawab Ummu Atiq merupakan bagian anggota Fatayat dari Kecamatan Karanganyar. Adapun bantuan yang diberikan Tim UIN Gus Dur Pekalongan berupa sembako seperti Beras, Mie Instan, Minyak goreng, Gula Pasir, Sabun Pencuci piring, dan Deterjen
Jauhar Ali, M.Pd menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan ini mencangkup empat desa yang terdampak bencana banjir Demak yakni Desa Wonorejo, Desa Karanganyar, Desa Wonoketingal, dan Desa Cangkring Pos.

Selama penyaluran bantuan korban bencana banjir Demak berlangsung, Tim UIN Gus Dur Pekalongan mengamati langsung kondisi pasca banjir yang cukup memprihatinkan. “Dimana beberapa rumah, serta perabotan rumah tangga banyak yang rusak. Melalui kegiatan ini pula, Tim UIN Gus Dur dapat melihat langsung dampak banjir setinggi tubuh orang dewasa” Tutur Jauhar Ali, M.Pd.

Pada akhir sesi wawancara Jauhar Ali, M.Pd mewakili Tim UIN Gus Dur Pekalongan menyampaikan doa serta harapan kepada para korban banjir Demak “Semoga bantuan yang diberikan oleh UIN Gus Dur Pekalongan bisa bermanfaat dan mendatangkan keberkahan sehingga dapat meringankan musibah korban banjir di Demak”.


Reporter : Ana Chonitsa
Editor     : Humas LP2M

Penarikan Mahasiswa KKN Angkatan 58 UIN Gus Dur Pekalongan

Pekalongan, (2/4/2024) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Gus Dur Pekalongan melaksanakan kegiatan penarikan mahasiswa KKN Angkatan 58 Tahun 2024.

Kegiatan penarikan ini dilaksanakan di Lantai 2 Gedung BAPPERIDA (Badan Pemerintahan Riset dan Inovasi Daerah) Kabupaten Pekalongan pada hari Selasa, 2 April 2024 pukul 09.30-11.00 WIB.  Acara ini terbagi menjadi enam sesi yaitu pembukaan, sambutan-sambutan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Menyanyikan Indonesia Raya, Penarikan Mahasiswa KKN, Do’a Penutup.

Dalam agenda penarikan ini dihadiri perwakilan setiap kelompok mahasiswa KKN Angkatan 58 sebanyak 90 mahasiswa, beberapa dosen pembimbing lapangan, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Gus Dur Pekalongan, Ketua LP2M UIN Gus Dur Pekalongan, dan staf LP2M UIN Gus Dur Pekalongan.

Prof. Dr. Imam Kanafi, M.Ag selaku ketua LP2M UIN Gus Dur Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak termasuk didalamnya kepala desa, camat dan seluruh Masyarakat yang telah memberikan bantuan dan bimbingan kepada mahasiswa KKN Angkatan 58 UIN Gus Dur Pekalongan selama kegiatan KKN berlangsung. Tidak Lupa Prof. Imam Kanafi, M.Ag menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan tindakan mahasiswa baik tutur kata serta tingkah laku yang tidak berkenan di hati selama kegiatan KKN yang telah berlangsung pada tanggal 20 Februari 2024 – 2 April 2024.

Sebelum sambutan ketua LP2M UIN Gus Dur Pekalongan selesai, beliau menyampaikan akan adanya KKN Angkatan 59 yang mana pesertanya akan jauh lebih banyak dari Angkatan 58 diperkirakan akan seribuan mahasiswa lebih yang akan melaksanakan KKN berikutnya. Prof. Dr. Imam Kanafi, juga menyampaikan bahwa akan ada jenis KKN yang lainnya. Tetapi tidak menutup kemungkinan apabila ada saran dan permintaan masing-masing daerah atau Dinas BAPPERIDA terhadap KKN UIN Gus Dur Pekalongan dari LP2M UIN Gus Dur menerima segala bentuk permintaan dan masukan kepada KKN yang dilaksanakan berikutnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh BAPPERIDA Kab. Pekalongan yang diwakilkan oleh Ainur Rofiq, S.E, M.M selaku sekretaris BAPPERIDA (Badan Pusat Riset dan Inovasi Daerah) Kabupaten Pekalongan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tiga poin utama yaitu ucapan terima kasih, permohonan maaf serta penyampaian respon yang baik dari perangkat desa atau Masyarakat desa Kabupaten Pekalongan yang menjadi lokasi KKN Angkatan 58 UIN Gus Dur Pekalongan.

Dengan adanya penarikan KKN Angkatan 58 UIN Gus Dur Pekalongan pada hari ini, maka baik dari pihak kampus LP2M UIN Gus Dur Pekalongan dan BAPPERIDA (Badan Pusat Riset dan Inovasi Daerah) yang mewakili daerah lokasi KKN Angkatan 58 UIN Gus Dur Pekalongan menyatakan resmi ditarik dari desa dan dikembalikan kepada pihak kampus.


Reporter : Ana Chonitsa
Editor     : Humas LP2M

KKN ANGKATAN 58 KELOMPOK 30 LAKUKAN SOSIALISASI SEKOLAH RAMAH ANAK ANTI KEKERASAN DAN BULLYING DI MI NU DESA ROWOLAKU KAJEN KAB. PEKALONGAN

Pekalongan (08/03/2024)- Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 58 Kelompok 30 lakukan sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) anti kekerasan dan bullying di MI NU Desa Rowolaku Kajen Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN Angkatan 58 kelompok 30 ini merupakan sosialisasi edukasi anti kekerasan dan bullying kepada anak-anak kelas 4 dan 5 di MI NU desa Rowolaku. Adapun, pelaksanaannya pada hari Jum’at, 8 Maret 2024 pukul 08.00-10.00 WIB di ruang kelas 4 MI NU desa Rowolaku. Kurang lebih sebanyak 50 siswa turut hadir dalam kegiatan sosialisasi ini.
Dalam pelaksanaan sosialisasi ini mahasiswa KKN membaginya menjadi enam kegiatan. Pertama pembukaan, menonton video tentang perundungan (bullying), games cerdas cermat anti bullying, pembagian snack ringan, penulisan harapan, dan dokumentasi. Selama runtutan kegiatan tersebut terlihat antusias dan semangat siswa-siswi yang turut serta mewarnai kegiatan. Siswa-siswi terlihat aktif menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa KKN sebagai bentuk feedback setelah menonton tayangan video.
Alvin Nur Hidayat selaku ketua koordinator KKN desa Rowolaku menyampaikan bahwa tujuan diadakan sosialisasi anti kekerasan dan Bullying ini yaitu “Kita turut serta mendukung dan merespon adanya program sekolah ramah anak yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dimana tujuannya agar kita sebagai mahasiswa turut berkontribusi mencegah tindakan kekerasan dan bullying yang masih ada tetapi tidak disadari bersama di lingkup sekolah Dasar atau MI”
“Kegiatan ini diharapkan mampu mencegah kejadian putus sekolah dan membantu mengedukasi anak-anak untuk saling menghargai serta menghormati agar anak-anak memperoleh tontonan edukasi yang layak” ujar Alvin Nur Hidayat menyampaikan harapan setelah kegiatan ini berlangsung.
Hal menarik yang dilakukan selama sosialisasi disampaikan oleh Amma Chorida Adila selaku anggota mahasiswa KKN kelompok 30 bahwa “Selama sosialisasi di MI NU Rowolaku kita tidak lupa menyelipkan keterhubungan bullying atau anti kekerasan dengan dalil Al-Qur’an, terutama mahasiswa UIN K.H Abdurrahman Wahid harus mampu membawa keberlangsungan kegiatan KKN dengan nilai-nilai Islam. Dengan demikian selain menjalankan program kerja kita dapat mengenalkan Islam sebagai Rahmatan lil’alamin”
Sebelum penutupan, siswa-siswi MI NU Rowolaku diajak untuk menuliskan harapan. Tulisan harapan siswa-siswi tersebut menjadi wujud keinginan siswa dan cita-cita dimasa depan. Dengan adanya penulisan harapan pada masing-masing siswa yang kemudian ditempelkan di majalah dinding sekolah menjadikan guru MI NU Rowolaku mengetahui adanya semangat dan cita-cita yang besar dari siswa untuk meraih masa depannya. Dengan demikian, baik tindakan yang mengarah pada kekerasan atau bullying di sekolah dapat dihindari dan dicegah bersama-sama.

Halal Center UIN Gusdur Ikuti Koordinasi Wajib Halal Oktober Bersama LP3H Jateng

Dalam rangka percepatan sertifikasi halal produk melalui mandatory 2024 nanti, LP3H dan LPH diwilayah Jawa Tengah mengadakan kegiatan koordinasi di Hotel Ciputra Semarang (05-03-2024). Acara ini diisi dengan serangkaian kegiatan workshop dan kunjungan ke pelaku usaha di pusat bisnis. Acara ini diselenggarakan oleh Satgas halal daerah Jawa Tengah bersama BPJPH pusat.
Pada sesi pagi, materi diisi oleh perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah. Menurut pemateri, Jawa Tengah memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik, dengan peningkatan sebesar 4,73% di tahun 2023. Industri makanan dan minuman menyumbang PDRB sebesar 47%. Ini artinya bahwa Jawa Tengah memiliki prospek ekonomi yang baik. Jika dikaitkan dengan program sertifikasi halal produk, maka propinsi ini juga memiliki prospek yang baik pula. Dinas ini juga telah memiliki serangkaian program sertifikasi seperti fasilitasi untuk IKM (Industri Kecil dan Menengah), Galery Halal, dan telah mendirikan LPH pemerintah.
Pada materi selanjutnya, disampaikan oleh Komite Fatwa terkait dengan teknis sertifikasi halal, khususnya terkait dengan penerbitan sertifikat. Hendaknya, para P3H memahami betul tugas dan fungsinya, sehingga ajuan para pelaku usaha tidak tertolak. Sebagai contoh, foto P3H bersama pelaku usaha dan produknya harus jelas. Deskripsi harus sesuai dengan komposisi bahan, dan lainnya.
Pada sesi akhir, BPJPH bersama satgas, pengelola LP3H melakukan kunjungan ke pusat bisnis dan keramaian. Pada acara ini, peserta mendatangi pelaku usaha untuk melakukan sosialisasi terkait kewajiban sertifikasi halal pada oktober 2024 nanti. LP3H Halal Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan siap membantu para pelaku usaha untuk memperoleh sertifikat halal secara gratis, demikian tutur kepala pusat HC. Bagi pelaku usaha di wilayah eks karesidenan Pekalongan yang membutuhkan pendampingan bisa menghubungi No. HP/WA 085175311620.


Reporter  : Dr. Kuat Ismanto, M.Ag.
Redaktur  : Humas LP2M

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LP2M) ADAKAN PEMBEKALAN PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM) KEPADA MAHASISWA KKN TEMATIK PROKLIM ANGKATAN 58

Pekalongan, (01/03/2024)- Lembaga penelitian dan pengabdian Masyarakat (LP2M) adakan pembekalan program kampung iklim kepada Mahasiswa KKN Tematik Proklim Angkatan 58 tahun 2024.

Pembekalan program kampung iklim ini, menghadirkan Nok Kholifah, S.T dari Dinas Program Kampung Iklim (proklim) dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan yang memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai program kampung iklim, dosen pembimbing lapangan (DPL) dan mahasiswa KKN program kampung iklim (proklim)

Terdapat lima kelompok mahasiswa KKN Angkatan 58 UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan yang akan melaksanakan program kampung iklim (proklim) yakni kelompok 9,10,11,12 dan 26. Kelompok KKN tersebut berlokasi di daerah Karangkompo, Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, dan Pacar.

Acara dimulai dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan penyampaian materi. Dalam penyampaian materi program kampung iklim (proklim) ini Nok Kholifah, S.T selaku narasumber menyampaikan bahwa “Program Kampung Iklim (Proklim) bukanlah merupakan suatu program kerja baru, melainkan sudah dilaksanakan sejak tahun 2016. Adanya proklim ini sebagai Gerakan nasional terhadap perubahan iklim dalam bentuk adaptasi maupun mitigasi perubahan iklim kepada daerah rawan bencana”.

Narasumber juga menuturkan bahwa pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat ini tengah menargetkan sebanyak 20.000 program kampung iklim seluruh wilayah Indonesia. Daerah Pekalongan ditargetkan ada 25 kampung untuk dijadikan sebagai objek program Kampung Iklim Kabupaten Pekalongan.

Selama kegiatan berlangsung, terlihat antusias dan keseriusan dari peserta KKN Proklim mahasiswa UIN Gus Dur dan Dosen Pembimbing Lapangan. Hal ini terlihat dari beberapa pertanyaan yang diajukan kepada narasumber, karena seperti yang diketahui Bersama bahwa program kampung iklim ini tidak hanya menjalankan program kerja mahasiswa KKN saja melainkan program pemerintah dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan.

Secara garis besar, menyampaian materi pembekalan KKN Proklim ini meliputi saran-saran dan masukan lebih kepada mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Proklim untuk dapat menggali dan mengidentifikasi permasalahan iklim yang terjadi di desa tersebut melalui formulir Sistem Registri Nasional (SRN). Dimana SRN ini berfungsi sebagai data informasi tentang aksi sumber daya untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia.Dengan demikian, permasalahan desa yang berkaitan dengan iklim daerah dapat terindifikasi dan diketahui cara penanggulangan yang tepat.

Sebelum kegiatan pembekalan ini selesai, Nok Kholifah S.T menegaskan kembali bahwa Program kampung iklim (proklim) ini tidak memiliki anggaran, semua yang dilakukan adalah sukarelawan. Oleh karena itu, narasumber kembali berpesan “Jangan membuat program kerja yang berlebihan bisa dengan pengedukasian Masyarakat tentang sampah melalui pengajian, PKK dan sebagainya. Kita hanya bisa mengendalikan perubahan iklim yang tengah terjadi saat ini, setidaknya mengurangi percepatan angka penurunan tanah kabupaten Pekalongan yang diprediksi 13 cm/tahunnya”.


Reporter : Ana Chonitsa
Editor     : Humas LP2M

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Gus Dur Pekalongan Adakan Penyusunan Jadwal Imsakiyah Bersama Ulama Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama

Pekalongan (27/02) – Lembaga penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan adakan penyusunan jadwal imsakiyah bersama ulama Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Lembaga LP2M UIN Gus Dur Pekalongan, sejumlah dosen dan Mahasiswa UIN Gus Dur Pekalongan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Februari 2024 bertempat di ruang 1.07 Lt.1 Gedung Perkuliahan Terpadu (GPT) dan berlangsung mulai pukul 09.00 – 12.30 WIB.

Penyusunan Jadwal imsakiyah ini, mendatangkan tokoh, ulama serta pakar bidang falakiyah yaitu Dr. K.H. Abdul Fatah Yasran sebagai perwakilan ulama Nahdlatul Ulama dan Drs. H. M. Muslih Husein, M.Ag. sebagai perwakilan ulama dari Muhammadiyah. Acara ini dimulai dengan sambutan-sambutan dan dilanjutkan dengan pembahasan penetapan jadwal imsakiyah perspektif masing-masing tokoh ulama.

Prof. Dr. H. Imam Kanafi, M.Ag, ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan tersebut untuk keharmonisan serta keselarasan antar umat Islam menjelang ramadhan khususnya di Wilayah Pekalongan raya dan sekitarnya.

“Yang memiliki konsen ini tidak banyak, oleh karena itu kita UIN Gus Dur Pekalongan hendak memadukan dan mengharmonisasikan perbedaan yang ada, yang mana kita banyak belajar dalam menetapkan jadwal imsakiyah sehingga akan lebih banyak minat mahasiswa untuk belajar ilmu falak bahkan membuka SDM Ilmu Falak di UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan”, ujar Prof. Imam.

Lebih lanjut beliau juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran para ulama baik dari Muhammadiyah dan juga Nahdlatul Ulama guna sinergitas serta demi kemaslahatan umat.

“Harapannya jadwal imsakiyah yang disusun ini dapat disebarluaskan kepada seluruh warga Pekalongan dan sekitarnya hingga mencapai radius 50 KM”, ungkap Prof. Imam.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber. Narasumber pertama Dr. K.H. Abdul Fatah Yasran menjelaskan hasil penyusunan jadwal imsakiyah dan waktu sholat. Beliau menuturkan bahwa jadwal tersebut dibuat berdasarkan hadis Rasulullah, yang kemudian dilakukan rukyatul hilal, kajian para ulama Nahdlatul Ulama (NU) dan Majelis Ulama NU sehingga disepakati jadwal imsakiyah tersebut.

Kemudian, dilanjutkan pemaparan jadwal imsakiyah dari Dr. H. M. Muslih Husein, M. Ag., selaku narasumber dari ulama Muhammadiyah menyampaikan bahwa perhitungan rukyatul hilal ini, telah disetujui berdasarkan Kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh Menteri Agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura (MABIMS) yang ditetapkan pada tahun 2021 dimana hilal harus mencapai 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Beliau menuturkan jika Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan kriteria MABIMS tersebut dalam menentukan diterimanya Rukyatul Hilal, apabila kurang dari kriteria tersebut maka belum sah dan tidak dapat dijadikan tolak ukur tahun Hijriah atau masuknya bulan suci Ramadhan.

Dari masing-masing narasumber ulama tersebut terlihat memiliki dasar, argumen, tolak ukur dan pendapat tersendiri yang akurat dalam menetapkan jadwal imsakiyah.

Sebelum penutupan, terdapat sesi tanya jawab dan diskusi. Berdasarkan pertanyaan yang diberikan kepada narasumber, keduanya memberikan dua pendapat yang saling melengkapi. Dari Dr. K.H Abdul Fatah Yasran menuturkan bahwa “Rukyat itu sangat sukar tidak sembarangan dilakukan karena harus disumpah bagi pelakunya”. Begitu Pula Drs. H. M. Muslih Husein, M.Ag menyebutkan bahwa “Apabila Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) diterapkan diseluruh dunia maka konsekuensinya sistem Rukyah NU dan Muhammadiyah akan hilang, tetapi Indonesia adalah negara dengan penetapan wilayatul hukmi yakni apabila satu berhasil maka dapat menjadi rujukan wilayah-wilayah lainnya”.

Kegiatan ini, ditutup dengan kesimpulan yang diberikan oleh Andi Eswoyo, S.Ag., selaku moderator yakni Rukyah dan Hisab tidak boleh dipertentangkan karena semua saling melengkapi.


Reporter : Ana Chonitsa
Editor     : Humas LP2M

Penerjunan KKN Angkatan 58 Tahun 2024

Pekalongan, (20/02/2024). Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan bersama Pemerintahan Kabupaten Pekalongan resmikan penerjunan mahsiswa KKN UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan angkatan 58 tahun 2024.
Acara penerjunan mahasiswa KKN UIN Gus Dur angkatan 58 tahun 2024 berlangsung pukul 09.00 sampai selesai di Aula 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Dalam acara tersebut dihadari oleh bapak Muhammad Ainur Rofiq SIP.MM dan bapak Edhi Setiawan S.P Msi  selaku perwakilan pemerintahan kabupaten Pekalongan. Selain itu, dihadiri juga Prof Dr Imam Khanafi, M.Ag selaku ketua LP2M dan segenap dosen pembimbing lapangan yang akan membimbing 30 kelompok  KKN UIN Gus Dur angkatan 58. Acara ini disambut hangat oleh bapak Muhammad Ainur Rofiq S.I.P.MM, beliau menyampaikan “apresiasi kepada pihak LP2M. Karena keberadaan perguruan tinggi di lingkungan sekitar menjadi modal menigkatkan kesejahteraan masyarakat. Adanya program KKN (Kuliah Kerja Nyata) merupakan penyemangat bagi masyarakat menumbuhkan perekonomian, khusunya UMKM”.
Harapan tahun 2024 kedepan mampu mengurangi angka kemiskinan di Pekalongan. Pada akhir sesi sambutan, beliau berpesan kepada peserta mahasiswa KKN angkatan 58 supaya menjalankan program kerja masing-masing kelompok dengan hati yang tulus. Menariknya KKN angkatan 58 kali ini terbagi menjadi beberapa tema meliputi Proberkat 2023, KKN Tematik DRPPA, Tematik Proklim, KKN Tematik Moderasi Beragama, KKN Reguler .Sehingga Prof Dr Imam Hanafi, M.Ag mendukung mahasiswa untuk memperdayakan potensi desa dan mengeksplor di media sosial. Beliau menyampaikan bahwa salah satu misi ilmu UIN Gusdur adalah mengubah masyarakat yang bermartabat. Secara fungsional perguruan tinggi bagian miniatur kehidupan masyarakat. Semoga KKN ini para dosen pendamping dan mahasiswa saling membersamai menciptakan kesejahteraan desa. Akhir sambutan mewakili UIN Gus Dur,  Prof Imam dengan mengucap basmallah menyerahkan sejumlah 351 mahasiswa kepada pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Sebagai simbolik penerjunan KKN angkatan 58 ada pemakaian jas almamater UIN Gus Dur yang diwakili oleh mahasiswa bernama Alvin Nur Hidayat dan Inda Aini Sikha.


Reporter : Ana Chonitsa
Editor     : Humas LP2M

LP2M UIN GUSDUR Lakukan Kordinasi DPL KKN Angkatan 58

Pekalongan (19/02/2024), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Gus Dur lakukan koordinasi Dosen pembimbing Lapangan KKN Angkatan 58 Tahun 2024.
Kegiatan koordinasi ini, diikuti oleh 30 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 58. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 19 Februari 2024 bertempat diruang 1.07 Gedung Perkuliahan Terpadu (GPT). Dalam kegiatan ini berlangsung pada siang hari, mulai pukul 13.00-15.00 WIB.
Adapun Tujuan didakan koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) disampaikan oleh Kepala Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Jauhar Ali, M.Pd.I bahwa untuk menyampaikan dan mengordinasikan, mengarahkan beberapa program kerja yang akan dilaksanakan  mahasiswa selama KKN Angkatan 58 ini.
Prof. Dr. H. Imam Kanafi, M.Ag selaku Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat menyampaikan beberapa pesan-pesan kepada para dosen Pendamping Lapangan agar teman-teman mahasiswa diberitahukan terkait pelaksanaan KKN, memberikan arahan bagi program kerja yang layak untuk diprioritaskan selama KKN berlangsung, dan memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan Masyarakat. Adanya KKN memberikan kepekaan bagi mahasiswa terhadap bencana sehingga dapat bekerja sama sebagai Tim relewan Masyarakat.
Dalam pertemuan koordinasi Dosen Pendamping Lapangan kali ini, berlangsung dengan aktif dan interaktif dimana para dosen yang menghadiri acara ini menyemapikan gagan untuk melakukan kolaborasi dan menginisiasikan untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) di Kabupaten Pekalongan.
Sebelum berakhirnya acara, Kepala Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Jauhar Ali, M.Pd. I menyampaikan dan menekankan kembali harapan diadakan KKN Angkatan 58 Tahun 2024 bahwa “Sekali lagi harapannya kegiatan KKN ini betul-betul memiliki nilai tambah bagi Masyarakat dan juga mahasiswa UIN Gus Dur Pekalongan”.


Reporter : Ana Chonitsa
Editor     : Humas LP2M