Tingkatkan Kualitas, LPPM Gelar Workshop Editorial Coaching dan Improving

lp2m workshop editorial coaching 2018

Gelar Workshop Editorial Coaching & Improving, LPPM IAIN Pekalongan ingin tingkatkan kualitas jurnal. Acara bertemakan “Road to Sinta 1/ Sinta 2” ini berlangsung di Ruang Meeting Hotel Dafam Pekalongan selama dua hari (8-9/8).

Terdapat dua target dalam forum ini, “Pertama, peningkatan jumlah jurnal terakreditasi. Baru ada 3 jurnal yang terindeks nasional di DOAJ dari sembilan jurnal yang ada. Pun, dengan yang sudah terindeks agar naik levelnya ke internasional (SCOPUS)”.

“Kedua, sebagai pengelola jurnal diharapkan akan meningkat lagi ketrampilan dalam Hunting dan Editing naskah (sesuai dengan kriteria penulisan karya ilmiah), sehingga akan didapatkan naskah-naskah yang berkualitas”, ungkap Dr. Maghfur, M.Ag (Ketua LPPM) mengawali acara.

Warek 1, Dr. Muhlisin, M.Ag mewakili Rektor IAIN dalam sambutan menyampaikan bahwa jurnal merupakan marwah dari sebuah kampus. “Kenapa jurnal kita belum begitu banyak dilirik oleh para penulis? Belum terakreditasi, itu salah satu faktornya. Sebaliknya, ketika sudah terakreditasi penulis akan datang dengan sendirinya. Terlebih, eksisnya jurnal merupakan indikator budaya akademik sebuah kampus berjalan dengan baik atau tidak”, jelasnya untuk memotivasi.

Sebagai pamungkas, dia menyampaikan permohonan ijin Rektor karena tidak bisa menghadiri acara dan amanat agar terus semangat dibalik keterbatasan-keterbatasan yang ada.

Yoris Adi Maretta, M.Pd (Associate Editor DOAJ) menjadi pembicara di hari pertama. Mereview posisi sembilan jurnal (Religia, Jurnal Penelitian, JHI, Muwazah, Hikmatuna, Alsinatuna, ISJOUST, Edukasia Islamika, IJIBEC) menjadi pembuka materi. Review ini penting untuk mengetahui apa saja kekurangan-kekurangan dan hal yang diperlukan oleh pihak jurnal menuju akreditasi.

Dilanjutkan dengan penyampaian materi standarisasi DOAJ dan bagaimana langkah praktis agar terindeks di DOAJ. Karena salah satu ukuran kualitas jurnal adalah dengan terindeks di DOAJ. Bagaimana melakukan check plagiarism menggunakan Turnitin, cara meningkatkan jumlah sitasi dan strategi naik level internasional (SCOPUS) menjadi materi selanjutnya.

Hari kedua, diisi Dr. Arif Maftuhin, M.A (Executive Editor Al Jami`ah). Dalam kesempatan ini, dia menyampaikan materi terkait dengan cara penulisan karya ilmiah yang baik dan benar. “Artikel ilmiah adalah tulisan yang berisi tentang fakta bukan opini atau klaim sepihak, harus obyektif atau tidak berpihak, dan mengandung unsur kebaruan. Kebaruan yang dimaksud adalah berawal dari penelitian atau literatur review terbaru, bukan dari hasil peristiwa terbaru”, jelas Arif.

Abstrak dan Keywords yang baik perlu diperhatikan dalam sebuah artikel. Asbtrak harus mengandung tujuan, metodologi, hasil, dan kesimpulan. Sementara keywords harus simpel, spesifik, lebih dari satu kata, dan tidak boleh terlalu umum. Dengan begitu, pembaca tidak akan kebingungan dalam meraba isi tulisan.

Tak kalah penting juga terkait dengan substansi atau isi. Sembilan jurnal yang ada, lalu dikupas tuntas oleh Arif. Tentu, banyak penilaian yang dihasilkan sehingga bisa menjadi modal bagi para pengelola jurnal untuk memperbaiki sisi mana saja yang perlu ditambal dan dikembangkan agar kualitas jurnal bisa terealisasi. (Irs86’)