Tandatangani Pakta Integritas Anti Kekerasan: PSGA Dorong Implementasi Kampus Responsif Gender dan Zero Tolerance Terhadap Kekerasan Berbasis Gender dan Anak di IAIN Pekalongan

Dalam rangka membangun komitmen bersama, menciptakan kampus responsive gender dan zero tolerance terhadap kekerasan berbasis gender dan anak, PSGA mendorong seluruh dosen IAIN Pekalongan baik dosen tetap maupun tidak tetap untuk menandatangani “Pakta Integritas Anti Kekerasan”. Sosialisasi kebijakan dan penandatangan pakta integritas ini dilakukan ke semua fakultas yang ada di IAIN Pekalongan yaitu Fakultas Syariah (FASYA), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melalui forum rapat persiapan perkuliahan dosen semester gasal tahun ajaran 2021-2022 yang dilaksanakan pada awal bulan September 2021 yakni pada tanggal 2, 3 dan 7 September 2020.

“Penandatangan Pakta Integritas ini merupakan bentuk komitmen dosen sebagai tenaga pendidik yang senantiasa terus mengawal tercapainya sebuah kurikulum dan pembelajaran yang bermuatan adil gender melalui mata kuliah yang diampunya masing-masing. Point ini sangat penting untuk dipegang dan menjadi sebuah cara pandang bersama dalam menciptakan IAIN Pekalongan menjadi kampus yang responsive gender dan zero tolerance terhadap kekerasan berbasis gender dan anak. Sudah saatnya segenap civitas akademika IAIN Pekalongan untuk menerapkan budaya yang zero toleransi untuk kekerasan, mengintegrasikan gender dalam kurikulum, mensoliasasikan pemahaman agama yang ramah dan adil gender serta meningkatkan kecerdasan digital, ungkap ningsih Fadhilah selaku kepala PSGA IAIN Pekalongan.

Setidaknya terdapat tiga pernyataan yang dituangkan dalam pakta integritas anti kekerasan ini. Pertama, tidak melakukan kekerasan berbasis gender dan anak dalam bentuk apapun; kedua, berkomitmen mengintegrasikan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan gender dalam tri dharma perguruan tinggi baik pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat, dan ketiga berperan aktif menegakkan etika akademik untuk mewujudkan lingkungan kampus yang aman, nyaman, ramah gender dan zero tolerance terhadap kekerasan berbasis gender dan anak.

PSGA Pakta Integritas 2

Pengarustamaan gender semestinya menjadi paradigma, semangat dan perilaku dalam pengelolaan kampus, baik manajemen kelembagaan maupun pengembangan institut. Dalam menciptakan kampus aman dan nyaman tanpa kekerasan, PSGA mendorong kepada seluruh civitas akademika IAIN Pekalongan untuk ikut menjadi bagian dalam mengimplementasikan kebijakan Rektor IAIN Pekalongan No 773 Tahun 2020 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus. Sebagai bagian dari institusi pendidikan yang bertujuan mencetak generasi intelektual yang cerdas dan berkarakter, kampus harus memberikan lingkungan yang aman, nyaman dan sehat secara holistic sebagaimana anamat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang artinya bahwa kampus tidak saja sehat secara fisik, namun juga secara emosional, spiritual, kesempatan, sosial, lingkungan dan intelektual, dan tentunya terbebas dari segala bentuk kekerasan berbasis gender dan anak ungkap Ningsih Fadhilah.

Dalam rangka memfasilitasi lingkungan yang zero tolerance terhadap kekerasan berbasis gender dan anak. PSGA IAIN Pekalongan telah memiliki Unit Layanan Terpadu (ULT) “SETARA”, sebagai wadah pelayanan konseling serta layanan pengaduan. Unit Layanan Terpadu (ULT) “SETARA”, ini adalah sebuh layanan interdisipliner dan terpadu yang memfasilitasi upaya-upaya preventif, kuratif dan developmental terkait dengan problematika relasi gender dan kekerasan berbasis gender meliputi layanan konseling dan pengaduan mulai dari layanan kesehatan, layanan psikososial dan konseling, layanan keagamaan dan layanan bantuan hukum. ULT ini bergerak dengan menjalin mitra dengan beberapa lembaga layanan yang ada di IAIN Pekalongan. ULT ”SETARA” menerima pengaduan dan konseling baik offline maupun online.

PSGA Pakta Integritas 3