Mahasiswa KKN UIN Gus Dur angkatan ’56 kelompok 98 Menggelar Kegiatan Pemberdayaan UMKM melalui Sosialisasi Sertifikasi Halal

Dukung program pemerintah, kementerian agama, mahasiswa KKN UIN Gus Dur Pekalongan angkatan ’56 kelompok 98 mengadakan kegiatan pemberdayaan UMKM melalui sosialisasi sertifikasi halal kepada para pelaku UMKM di Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah pada Rabu, 26 Juli 2023.

“Dari 85 pelaku UMKM yang terdata oleh kami Alhamdulillah dapat dihadiri kurang lebih 50 peserta pelaku UMKM di sektor makanan dan minuman yang memenuhi ruang Balai Desa Tunjungsari. Hadir sebagai narasumber Bapak Dr. kuat Ismanto, S.HI., M.Ag sekaligus Direktur Halal Center UIN Gus Dur Pekalongan.” Tutur Ilham Manziz

Dr. kuat Ismanto, S.HI., M.Ag., sebagai narasumber memaparkan secara detil kepada seluruh peserta yang ada. Mulai dari pendataan, penyiapan berkas, proses pengajuan, hingga ke tahapan akhir. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa di tahun 2024 khususnya bulan Oktober semua pelaku UMKM wajib memiliki sertifikat halal. “Oleh karena itu, dengan adanya 1 juta kuota sertifikat halal gratis para pelaku UMKM yang ada harus bisa memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Seperti mengisi data dengan teliti serta konsisten menyelesaikan segala persyaratan yang diperlukan,” Tutur Dr. Kuat Ismanto, S.HI., M.Ag.

Lebih lanjut Dr. Kuat Ismanto, S.HI., M.Ag menambahkan dengan memiliki label bersertifikat halal, pelaku UMKM bisa diuntungkan dengan beragam manfaat, mulai dari terjaminnya kualitas produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, memiliki unique selling point dan nilai jual pada produk menjadi meningkat, sampai menjangkau jaringan pasar yang lebih luas. “Disini para pelaku UMKM tidak usah khawatir karena semua pembiayaan akan dibayari oleh BPJPH Kementrian agama RI alias gratis tanpa dipungut biaya,” tutur Dr. Kuat Ismanto, S.HI., M.Ag.

Pada saat sosialisasi mengenai sertifikasi halal UMKM, sebagian besar masyarakat belum melakukan sertifikasi halal pada produk makanannya. Jenis usaha UMKM yang merupakan usaha mikro yang memproduksi berbagai makanan dari bahan dasar singkong, kedelai, ubi-ubian, jahe, kunyit, lengkuas, dan bahan dasar lainnya.

Ilham Manziz, selaku koordinator Desa Mahasiswa KKN UIN Gus Dur mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program unggulan dari kelompok kami sebagai bentuk dukungan program pemerintah dengan tujuan untuk membantu para pelaku UMKM Desa Tunjungsari agar memiliki label bersertifikat halal pada produknya.

Dasar hukum dari kegiatan ini yaitu Pasal 1 Angka 10 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal disebutkan, Sertifikasi halal adalah pengakuan kehalalan suatu produk yang dikeluarkan oleh BPJPH berdasarkan fatwa halal tertulis yang dikeluarkan oleh MUI.

Sertifikasi halal merupakan salah satu legalitas produk yang penting untuk dimiliki para pengusaha makanan dan minuman. Hal ini sesuai dengan UU No 33 Tahun 2014 khususnya pasal 4, bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikasi halal. Dengan adanya kebijakan dari pemerintah yang membatasi mulai 17 Oktober 2024 seluruh produk makanan dan minuman wajib memiliki sertifikasi halal. Oleh karena itu, dalam rangka membantu percepatan sertifikasi halal tersebut, pemerintah melakukan berbagai strategi, salah satunya melalui program Sehati (Sertifikasi Halal Gratis).


Reporter  : Ilham Manziz
Redaktur  : Humas LP2M