Literasi dan Inklusi Produk Halal: Sebuah Laporan Survei

Halal Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melaksanakan survei literasi dan inklusi produk halal dengan populasi civitas akademika UIN khususnya, dan masyarakat Pekalongan pada umumnya. Tujuan survei ini ditujukan untuk pemetaan produk halal di daerah yang berguna bagi BPJPJ untuk pemajuan produk halal. Literasi dimaknai sebagai pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap produk halal dan produk berlabel halal. Ada pun inklusi dimaknai sebagai keterbukaan akses mereka terhadap produk halal. Dari penyebaran kuesioner melalui Google Form diperoleh 103 responden.
Pada aspek literasi, pengetahuan responden terkait produk halal cukup tinggi, yaitu 80%. Peralihan penerbit sertifikat halal, yang semula dari MUI ke BPJPH juga telah diketahui oleh responden sebanyak 94,2%. Sebanyak 57,3% responden mengetahui produk halal dari internet/media online/media sosial. Ada punya 34% bersumber dari penyampaian kyai/ustadz/dosen dan lainnya. Sebanyak 8% bersumber dari pencarian mandiri/belajar sendiri/otodidak.
Ada pun pada aspek inklusi, 95,1% responden mempertimbangkan label halal. Mayoritas responden, sebesar 98% juga menjadikan produk halal sebagai prioritas konsumsi sehari-hari. Sebanyak 91,3% responden juga menyatakan kemudahan untuk memperoleh informasi produk halal. Mayoritas responden sebanyak 100% mendukung penyelenggaraannya oleh BPJPH Kemenag RI. Sebanyak 95% menyatakan bahwa mereka memiliki kemudahan untuk memperoleh/membeli produk halal. Sebanyak 100% setuju jika Indonesia menjadi pusat Halal Dunia. Laporan lengkap survei ini bisa ditelusuri pada http://repository.uingusdur.ac.id/993/
Dari survei ini bisa diketahui bahwa literasi dan inklusi civitas akademika UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan khusunya, dan masyarakat Pekalongan pada umumnya memiliki, tinggi. Maka dari itu, bermodal hasil survei ini bisa diprediksi ke depan bahwa prospek industri halal di daerah dan Indonesia cukup baik. Keinginan Pemerintah Indonesia menjadi ”Indonesia” sebagai pusat halal dunia bisa terwujud. Ke depan, diharapkan survei ini bisa dilaksanakan kembali dengan responden yang lebih banyak dengan waktu yang lebih panjang pula. Demikian harapan Ketua Peneliti/Survei, Dr, Kuat Ismanto sekaligus sebagai Kepala Pusat Kajian halal.


Reporter  : Dr. Kuat Ismanto, M.Ag.
Redaktur  : Humas LP2M