KKN 47 Desa Sridadi Kecamatan Sirampog

SRIDADI, 7 OKTOBER 2019, kami dari kelompok 45 memulai perjalanan dengan sebagian anggota menaiki bis dan dan sebagian lainnya menggunakan motor berboncengan. Perjalanan kurang lebih kami lakukan selama 5 jam. Setelah itu, kemudian kami sampai di kecamatan Sirampog. Di kecamatan Sirampog, kami langsung diarahkan untuk masuk ke aula kecamatan Sirampog. Bersama dengan kelompok lain kami mengikuti acara pembukaan penerjunan Mahasiswa KKN IAIN PEKALONGAN Angkatan 47 Tahun 2019.

Dalam acara pembukaan tersebut, selaku pembicara dan memberikan sambutan dalam acara tersebut adalah Kepala Kecamatan Sirampog dan Perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan(DPL) Bapak Yasin Abidn, M.Pd.I. Bapak Kepala Kecamatan Sirampog menyampaikan ucapan selamat datang dan ucapan terimakasih atas kerjasama dari IAIN pekalongan atas penerjunan mahasiswanya di Kecamatan Sirampog. Beliau juga berharap bahwa kerjasama ini dapat berjalan lancar dan selama 45 hari kedepan, mahasiswa KKN di Kecamatan Sirampog dapat menjalankan KKN dengan lancar, dan tujuan serta target dari setiap program KKN dapat tercapai untuk kemajuan desa di Kecamatan Sirampog.

Sedangkan selaku perwakilan DPL, Pak Yasin Abidin menyampaikan ucapan terimaksaih pula kepada pihak atau seluruh jajaran dari perangakat Kecamatan Sirampog atas ketesediaannya dalam menerima Mahasiswa KKN yang ada. Tidak lupa beliau juga memotivasi kepada para Mahasiswa untuk semangat dalam menjalankan seluruh program dan kegiatan KKN selama 45 hari kedepan. Acara Pembukaan sekaligus penerjunan mahasisawa KKN di tutup dengan pembacaan do’a dengan dipimpin oleh Bapak Nanang Hasan Susanto.

Kemudian kami langsung berlanjut ketempat posko yang bertempat dirumah kepala desa Sridadi. Setelah sudah ditempat kami pun langsung beres-beres kamar dan badan, dilanjut dengan istirahat untuk mempersiapkan kegiatan esok hari.

SRIDADI, 8 OKTOBER 2019 pukul09.45-11.00WIB setelah bangun tidur kemudian makan bersama kami langsung ketempat balai desa, yang sebelumnya kami sudah meminta izin untuk silaturrahmi dan berbincang-bincang sedikit dengan sekretaris desa dan para staf karyawan mengenai desa Sridadi ini. Pak Nur Kholis selaku sekretaris desa menunuturkan bahwa desa sridadi ini terdapat 13 dukuh yang berkembang menjadi 36 RT 9 RW. Banyak hal yang dapat kami pelajari disini dari mulai pendidikan sampai pekerjaan apa yang rata-rata warga bekerja. Pada saat adzan maghrib kami pergi kemasjid untuk sholat maghrib dan diteruskan dengan mengajar ngaji dimasjid bersama anak-anak yang sangat antusias melihat kedatangan kami disini, sambil menunggu adzan isya kami bercerita sedikit dan sedikit bertanya mengenai desa Sridadi ini. Kemudian kegiatan kami ditutup dengan bimbingan belajar anak-anak untuk kelas SD di posko semangat mereka luar biasa hebatnya.

SRIDADI, 9 OKTOBER 2019 kami punya agenda untuk datang ketempat para tokoh masyarakat agar dapat lebih mengetehui mengenai desa Sridadi ini. Kami mendatangi ketua karang taruna desa Sridadi namun karna kami pergi agak lebih pagi ternyata pak ketua sedang bekerja, namun akhirnya kami meemui ketua kecamatan karang taruna. Kami menjelaskan maksud tujuan kami datang, dan bertanya-tanya mengenai desa Sridadi ini. Mas Heri adalah ketua dari karang taruna kecamatan Sirampog yang menutup pertemuan itu dengan memberikan peluang untuk kami agar beliau dan ketua karang taruna desa Sridadi bertemu dirumah posko. Tepat pukul 21.45 mas Heri dan mas Faozan datang, sembari menunggu sebagian kami yang mengajar les, mas Heri dan mas Faozan berbincang-bincang sedikit bersama teman-teman yang sudah siap diruang tengah. Setelah sudah berkumpul semua akhirnya kami memulai rapat tersebut dnegan penuh khikmad dan sedikit santai dengan mereka.

Mereka memberikan arahan kepada kami dan bercerita mengenai apa yang ada didesa Sridadi ini. Pertanyaan demi pertanyaan kami lontarkan, dan mereka jawab jawab dengan padat namun jelas. Mereka berdua sangat senang melihat kedatanagn kami. Yang diharapkan kami pun dapat saling belajar bertukar ilmu dnegan mereka. Kegiatan kami tutup dengan istirahat agar lebih fresh diesok hari.

sridadi

SRIDADI, 10 OKTOBER 2019 kami survey ketempat bu kurniasih. Ibu Kurniasih adalah salah satu warga didusun Limbangan. Ibu Kurniasih menututurkan bahwa beliau sangat iri pada dusun-dusun lain yang selalu disambangi oleh mahasiswa KKN namun dusunnya belum pernah tersentuh oleh mahasiswa KKN. Ketika kami kesana, kami disambut dengan sangat senang oleh beliau. Beliau menginginkan dari kita agar mengajari warganya untuk memberikan bekal untuk menambah perekonomian wargnya dan memberikan education spiritual kepada warganya. Kami berbincang sangat banyak mengenai dsusun Limbangan ini, dari mulai produk lokal yang dihasilkan sampai kegiatan apa yang dilakukan warga setiap harinya, begitu juga Ibu Kurniasih yang menjawab pertanyaan dari kami dengan penuh antusias dan sangat senang. Beliau menuturkan bahwa pendidikan didusun Limbangan ini juga memprihatinkan karena kebanyakan dari warganya tidak mempunyai rasa semangat untuk berkeinginan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Beliau juga berharap agar kami dapat memberikan sedikit motivasi mengenai pendidikan agar kelak anak turunan atau bahkan dirinya tergerak untuk melanjutkan kejenjang berikutnya.

SRIDADI, 11 OKTOBER 2019hari jum’at, kkn kelompok 45 survei ke dusun Sigombyang untuk meneliti potensi ekonomi dusun tersebut. Disana kita menemui pak Nur khojim selaku rw disana dan disana kita tanya-tanya potensi ekonomi dan disana potensi ekonominya hanya terdapat di satu rumah warga dan dikelolah oleh keluarga itu saja.

Dan didusun sigombyang ada produk olahan rumah dan ada daur ulang sampah yang, untuk produk olahan hanya dikerjakan oleh salah satu keluarga didusun sigombyang, untuk sampah daur ulang dilakukan atas inisiatif pak nurkhojim selaku rw dan para relawan warga. Untuk produk olahan di bagi dua yaitu organik dan anorganik.

Didusun ini juga untuk daur ulang sampah dibuat buku tabungan sampah per setiap rumah yang ada di RW tersebut, untuk produk olahan kita diantar oleh pak Nur Khojim ke rumah ibu maimunah, disana kita tanya-tanya terkait produk olehan apa saja yang dibuat dan permasalahan yang dihadapi oleh ibu Maimunah terkait menejeman keuangan dan pemasaran yang untuk pemasaran hanya di sekitar desa sridadi itupun untuk produk nya tidak ada variasi warna yang ada hanya produk olahan original.

SRIDADI, 12 OKTOBER 2019hari Sabtu, kkn kelompok 45 silaturrahim ke SDN 02 Sridadi untuk meminta izin memberikan seminar kepada anak-anak SDN 02 Sridadi. Disana kita menemui pak Budi Suroso selaku kepala sekolah dan disana kita tanya-tanya tentang banyaknya siswa/siswi SDN 02 Sridadi, yang mana jumlah keseluruhan siswa/siswi berjumlah 171 dan perkelas kurang lebih ada 30 siswa/siswi. Setiap tahunnya jumlah siswa/siswi semakin berkurang hal ini dikarenakan bukan minat sekolah anak-anak Sridadi menurun tetapi karena adanya program KB dari Pemerintah yang menyebabkan berkurangnya pertumbuhan peduduk.

Di SDN 02 Sridadi ini sejak 2013 memberlakukan kurtilas (kurikulum 2013), di Jawa Tengah yang memberlakukan sistem ini dan yang menjadi satu-satunya adalah di Kabupaten Brebes dan desa Sridadi termasuk kedalamnya. Sekolah SDN 02 Sridadi ini menjadi kiblat pendidikan di kecamatan Sirampog dan menjadi sekolah favorit, di sekolah SDN 02 Sridadi ini ekstrakulikuler nya banyak dan yang termasuk dalam kategori lomba ada didalam ekstrakulikuler.

Nantinya di SDN 02 ini kami akan melakukan seminar tentang “Stop Bullying” tetapi pak kepala sekolah menyarankan kepada kami dalam seminar di selingi tentang “Kecanduan Gadget”.

SERIDADI, 13 OKTOBER 2019 hari Ahad, kami tidak mempunyai agenda jadi kami bermain ke tempatnyapak Kasor (RT 02) disana kami membantu memanen sayuran seperti kol, wortel, seledri, dan daun bawang, setelah kami membantu panen kami juga membantu memasukkan wortel ke plastik, setiap plastik diisi empat sampai lima wortel dan setiap tiga plastik diikat dijadikan satu dan dijual seharga Rp. 2.000,- kami juga membantu meracik sayuran untuk dijadikan sayur sop yang satu plastik diisi wortel, kol, daun bawang dan seledri.

Pada pukul 14.00 kami diajak pak Kasor untuk membeli sayuran dari para petani di desa Dawuhan. Disana kami diajak membeli sayuran wortel, kol, dan sawi, setelah semua dibeli kami menuju ke pencucian wortel dengan menggunkan alat, alat yang digunakan ini seperti mesin cuci tapi bentuknya bulat dan berputar yang mana setelah wortel bersih wortel dikelurkan dari mesin, biaya pencucian wortel ini satu karung Rp. 5.000,- Setelah dari pencucian wortel kami kembali ke posko.
(Kelompok 45 Desa Sridadi Kec. Sirampog Kab. Brebes – Berita Minggu Ke 1)