IAIN Pekalongan Menerjunkan 123 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 47 di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang

belik

PEKALONGAN – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Pekalongan menerjunkan 123 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 47 Tahun 2019 di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Pada Senin, 07 Oktober 2019. Kegiatan KKN ini diikuti kurang lebih oleh 123 peserta yang terbagi dalam 12 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 10-11 orang. 12 Desa yang menjadi lokasi KKN diantaranya adalah Desa Badak, Sikasur, Beluk, Bulakan, Gombong, Gunungjaya, Gunungtiga, Kalisaleh, Kuta, Mendelem, Belik, dan Simpur. Tema KKN kali ini adalah “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan Kapasitas Ekonomi Rumah Tangga Berbasis Produk Lokal dan Sumber Daya Alam”.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini diadakan untuk memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa bagaimana hidup bermasyarakat secara nyata. Dan diharapkan mampu menjadi bekal pengetahuan mahasiswa tentang bagaimana cara menghadapi permasalahan di masyarakat dan mampu memecahkan permasalahan tersebut secara bijak.

Acara ini dihadiri secara langsung oleh berbagai elemen diantaranya, Camat Belik, Bappeda, Kapolsek, Danramil, Pemerintah Desa se Kecamatan Belik, LPPM IAIN Pekalongan, Dosen Pembimbing Lapangan, dan tidak ketinggalan pula mahasiswa KKN IAIN Pekalongan angkatan 47 Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.

Dalam sambutannya, Bapak Heru selaku Camat Belik memberikan ucapan selamat datang kepada Mahasiswa dan menyampaikan beberapa pesan yang seyogyanya dapat menjadi acuan dalam bermasyarakat. Harapannya dalam melaksanakan kegiatan KKN mahasiswa bisa memberikan ilmu kepada masyarakat, menjaga diri dalam mobilisasi, bisa berkoordinasi dan berkomunikasi secara baik dengan kepala desa dalam merancang program, tidak usah berada di tengah hiruk pikuk politik desa yang masih gencar dan menggebu, terfokuslah pada program kerja yang akan dilaksanakan, bisa memberikan kontribusi pemikiran untuk desa, dan pastinya bisa berbaur dengan masyarakat sehingga dapat dikenang. Pak Camat juga berpesan agar berhati-hati dan tetap menjaga diri, karena saat ini Kecamatan Belik masih rawan dengan kekerasan dan pelecehan seksual. Tidak usah merancang sebuah program kerja yang terlalu idealis, cukup sederhana tapi mampu untuk dilaksanakan.

“Kita di sini adalah tamu, berbaurlah dengan masyarakat secara baik, tidak usah ikut campur dalam dunia politik dan bersikaplah netral. Fokuslah pada program kerja yang direncanakan”, terang Pak Zuhri.

Dalam kesempatan kali ini, kepala BAPPEDA menyampaikan hal penting, dengan adanya mahasiswa KKN harapannya dapat menunjang pembangunan di berbagai sektor. Kegiatan ini guna untuk mengaplikasikan ilmu yang ada di bangku kuliah yang disesuaikan dengan dinamika dan situasi desa setempat. Secara umum, masyarakat masih membutuhkan motivasi, karena dalam implementasinya masih membutuhkan stake holder komponen lainnya. Sehingga harapannya mampu merencanakan program yang mampu memberikan kontribusi nyata untuk kepentingan bersama. Konsep KKN adalah program sinergi pembangunan, dengan berinteraksi dengan masyarakat secara nyata dapat memberi motivasi masyarakat dalam memanfaatkan SDA yang ada tanpa meninggalkan ciri khas budaya tersebut. Pesan beliau yang terakhir adalah tetap berkoordinasi dengan seluruh elemen masyarakat yang ada.

Adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Pekalongan disambut antusias dari mahasiswa dan disambut baik dari masyarakat. Terbukti dengan semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh mahasiswa dalam mengikuti kegiatan penerjunan. Meskipun ditempuh dengan perjalanan yang lama dan dengan medan yang menantang tidak menyurutkan semangat mereka dalam mendarma baktikan ilmunya dalam masyarakat. Penjelasan dan pesan yang disampaikan harapannya dapat bermanfaat, sehingga nantinya ilmu dan pengalaman dapat tersampaikan dan bermanfaat bagi semua kalangan. –¬†Dwi Vebriyani (2024116046).
(Kelompok 26 Desa Belik Kec. Belik Kab. Pemalang – Berita Minggu Ke 1)