30 Kg Sekali Panen, Jamur Menjadi Salah Satu Komoditas Utama Warga Desa Winduaji

BREBES – Kelompok 57 mahasiswa KKN dari IAIN Pekalongan Angkatan 47 mengunjungi salah satu tempat budidaya jamur tiram putih di desa Winduaji (Jum’at, 11/10). Kunjungan itu dimulaiperkenalan dengan bapak Ishaq sebagai pemilik tempat budidaya jamur beserta rekan kerjanya. Adapun tujuan dari kunjungan itu adalah mengetahui proses budidaya jamur tiram putih sebagai potensi kedua setelah padi di desa Winduaji.
Potensi Sumber Daya Manusia (SDM)

Dari seluruh desa yang ada di Kecamatan Paguyangan, Desa Winduaji merupakan desa produksi jamur tiram putih terbanyak. Akan tetapi, hasil panennya langsung dijual ke pengepul tanpa ada pengolahan lebih lanjut. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan atau kreatifitas petani jamur untuk meningkatkan nilai jual yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN IAIN Pekalongan angkatan 47 kelompok 57 menciptakan program kerja berupa pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengolahan jamur tiram putih menjadi produk lokal, yaitu kerupuk jamur. Selain pengolahan, mahasiswa KKN IAIN Pekalongan angkatan 47 kelompok 57 merencanakan untuk melaksanakan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK terkait pengemasan (packing) dan pemasaran (marketting).
Kelompok 57 Desa Winduaji Kec. Paguyangan Kab. Brebes – Berita Minggu Ke 2