11 Mahasiswa KKN-47 melakukan Dampingan kepada kelompok usaha kerupuk Nasi

PEMALANG-11 orang mahasiswa peserta KKN-47 desa Suru Melakukan kegiatan FGD atau focuss grupp discusion dengan agenda pembinaan kepada kelompok usaha krupuk nasi. FGD ini merupakan lanjutan dari FGD sebelumnya yang telah dilaksanakan minggu lalu. FGD ini diikuti oleh ibu-ibu dusun bantarjati sebanyak 25 orang dan dihadiri oleh bapak kepala dusun bantarjati. acara FGD diawali dengan sambutan kordes tentang pendampingan yang akan kami lakukan untuk melakukan kegiatan pmasaran kerupuk

Ikut andilnya para mahasiswa KKN-47 ini diharapkan mampu memahami proses pembuatan makanan ringan khas dusun Bantarjati yakni akar kelapa dan kerupuk nasi, serta mampu menciptakan inovasi baru dalam pembuatan maupun pengemasan produk lokal ini agar bernilai jual yang tinggi. “Harapan saya semoga dengan ide kreatif para mahasiswa dapat meningkatkan produk lokal serta mampu mendorong masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan yang menguntungkan melalui produksi rumahan” ujar Casmidi, kepala dusun Bantarjati.

SumberDayaAlamBantarjati

Dusun Bantarjati adalah salah satu dusun di desa Suru yang mayoritas warganya bekerja sebagai petani, dan buruh tani dan merantau. Mengingat lokasi dusun yang terpencil dan jauh dari keramaian, SDM yang tidak begitu banyak, dengan petak sawah yang bisa dibilang cukup luas, menjadikan pekerjaan utama warga tidak jauh dari ketiga profesi tersebut. Dengan melihat profesi warganya, beras menjadi hal yang tidak sedikit di dusun Bantarjati. Oleh karena itu warga pun berinovasi untuk mengolah hasil dari beras tersebut, yaitu kerupuk nasi.

Kerupuk nasi merupakan cemilan khas dari warga dusun Bantarjati. Hampir seluruh warga dusun dapat membuat kerupuk ini. Mengingat mayoritas pekerjaan warga adalah petani, bahan utama yang dibutuhkan jadi tidak terlalu sulit didapat. Selainitu, kerupuk nasi ini juga sebagai alternatif lain untuk pengolahan sisanasi. Rasanya yang gurih dan renyah cocok untuk bersantai ataupun teman makan. Namun, konsums keripiknasi ini hanya sebatas konsumsi pribadi tidak sampai keluar kepertokoan.

Pembuatan kerupuk ini cukup mudah dan rasanya juga enak. Kerupuk nasi ini juga berpotensi untuk meningkatkan ekonomi warga, juga untuk membumikan makanan khas daerah. Namun, kendalanya terletak pada mental warga sendiri. “Masyarakat kurang percaya diri dengan kerupuk nasi ini, mereka beranggapan kerupuk nasi ini tidak akan laku terjual jika keluar daerah mereka” ujar Casmidi.

Selain kerupuk nasi, akar kelapa juga mempunyai potensi mengangkat ekonomi warga. Namun, tidak seperti kerupuk nasi. “Tidak semua warga bisa membuat akar kelapa tersebut, hanya 3 orang saja yang bisa membuatnya” tambah Casmidi. Bu Dariyah adalah salah satu warga yang mempunyai keahlian membuat akar kelapa. Tanpa rasa sungkan bu Dariyah mengajari 11 mahasiswa KKN-47 di Desa Suru membuat olahan akar kelapa dan krupuk nasi dengan ramah dan senang hati.

Pada hari minggu (28/10) mahasiswa KKN-47 mengadakan pelatihan bekerjasama dengan Ibu Dariyah sebagai narasumber. Warga dusun bantarjati sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan yang kami adakan dengan jumlah 11 ibu-ibu rumah tangga kami membuat kerupuk nasi berbentuk bulat dan cetakan bunga. Selain kami menginovasi bentuk kami juga memberi inovasi pada rasa untuk kerupuk yang mentah ada 2 rasa yaitu original dan pedas. Sedangkan kerupuk nasi yang sudah matang kami menginovasi dengan varian rasa jagung manis, sapi panggang dan lain-lain. Proses penjemuran berlangsung selama 2 hari dibawah sinar matahari dan proses pengemasanya akan di laksanakan dengan warga pada hari rabu.

Kelompok 38 Desa Suru Kec. Bantarbolang Kab. Pemalang – Berita Minggu Ke 2